Legenda Pulo Mas di Cantigi Indramayu
Menerut leginda, memang beberapa versi yang diterangkan oleh masyarakat. Namun kebenaranya memang belum diketahui..
Kali ini menceritakan salah satu versi dari Legenda Pulo Mas.
Pada masa kerajaan di Jawa, ada sebuah kerajaan manuk rawa yang terletak di aliran sungai cimanuk, sungai cimanuk adalah jalur perniagaan yang paling besar dan rameh selain dipontang banten, dan sunda kelapa jayakarta.
Hingga nama pelabuhan Cimanuk terkenal diseluruh manca negara.
Singkat cerita ada terdapat pendatang saudagar/pedagang dari arab berlayar menggunakan kapal besar kapal tersebut tenggelam oleh badai laut, dan semua para ABK nya tenggelam termasuk nahkodanya, konon para jin korin yang meninggal tadi membentuk suatu kerajaan yang diberinama kerajaan Pulo Mas, berasal dari peti emas yang banyak, dan dipimpin jhongkara, yang berasal dari jangkar kapal.
Singkat cerita di Majapahit terdapat sayembara untuk memperistri putri majapahit, dan pada waktu itu terdapat dua bersaudara (kembar) yang bernama jaran sari dan jaran purnama, didalam sayembara sayemabara tersebut dimenangkan oleh jaran sari, namun atas kelicikan jaran purnama, jaran sari dibunuh dan jasadnya dibuang kelaut.
Hingga pada akhirnya bangkai jaran sari tersebut sampai di pinggir dan diambil oleh buyut kaci, buyut kaci adalah pejabat pulo mas, dan berkat kesaktian buyut kaci korin dari jaran sari tersebut dihidupkan lagi menjadi hidup dan bernama Raden Werdinata, dan akhirnya dinikahkan dengan putrinya dan dipercaya menjadi pemimpin di kerajaan pulo mas.
Ada kerajaan selain diPulo Mas, seperti Pulo karas, Pulo Kuntul, Tanjungbong, sinang, dan muara cimanuk yang dipimpin oleh Budipaksa, inilah yang menguasai seluruh kerajaan goib diwilayah Indramayu, termasuk kerajaan Pulo Mas yang menjadi bawahanya.
Singkat cerita ada kesatria sakti mandraguna dari bagelen yang ingin membangun padukuhan dihutan/alas penjalin yang terletak dipinggir kali Cimanuk, konon ditempat tersebut sangat angker karena dihuni oleh golongan goib/jin, sehingga pada waktu kesatria bagelen tersebut membangun perdekian/padukuhan diganggu oleh makhluk halus, salah satunya raja jin budipaksa dan patihnya pujirawis.
Konon keduanya tarung satu lawan satu, pujiwaris tarung dengan Kitinggil dan Kestria bagelen melawan Budipaksa, namun dua tokoh jin tersebut kewalahan, karena tak sanggup menandingi kesktian kestria bagelen yang mempunyai pusaka andalan warisan dari majapahit yaitu pusaka cakra udjaksana/cakrabeswara, namun sebelum raja jin tersebut kalah, raja jin mangutus Pujarawis agar meminta bantuan kepada Raja bawahanya, yaitu Pulo Mas yang dipimpin oleh Raden Werdinata dan patih jhongkara tanding lawan kitinggil, sedangkan werdinata lawan kesatria bagelen keduanya sama sama digdaya.
Konon peperangannya sampai 11 bulan tanpa henti, pusaka cakra udjaksana ternyata dapat diatasi oleh pusaka Keagungan Pulo Mas, yaitu Tameng Waring.
Dalam pertempuran itu sampai terdengar oleh ratu pantai selatan, penguasa lautan selatan, dan memerintahkan kalacungkring raja tanjung bong cimanuk), agar keduanya menyudahi perang dan berdamai, karena apabila sesepuh bagelen/orang kuna bagelen sekelas Kisidum murka, maka niscahya seluruh kerjaan goib disepanjang aliran sungai cimanuk akan dibinasakan.
Dan akhirnya Prabu Werdinata minta damai, dan meminta maaf, kepda Kestrua Bagelen, dan Raden Werdinata ingin diakui sahabat, namun kesatria bagelen mangajukan Raden Werdinata agar masuk islam, karena agama yang dianut kestria bagelen adalah islam.
Maka waktu itu seluruh Raja Pulo mas termasuk raja cimanuk lainya ikrar membaca dua kalimat Syahadat, lalu Raden Werdinata mengenalkan diri, profilnya bahwa ia adalah jin korin dari jaran sari yang dibunuh saudaranya Jaran Purnama, sehingga ditolong oleh Buyut Keci, dan menikah dengan putinya, dan dikaruniai Dua anak yaitu Dewi Nawang Wulan dan Wiragora, dan sistem pemerintahannya sama sperti majapahit.
Setelah lama membantu kesatria bagelen dalam membabad alas pejalin dan membangun negara, konon para jin Pulo Mas diajak oleh kestria bagelen tersebut untuk berguru/memperdalam ilmu tentang islam di Cirebon yaitu Sunan Gunung Jati dan Kikuwu sangkan, pada itu banyak para pejabat Pulo Mas Pulo Mas yany ikut, termasuk Nawang Wulan, Wiragora, Jhongkara, Werdinata, dan ada salah satu jin perempuan yang tidak diketahui namanya.
Salah satu jin perempuan tadi, tetap tinggal di Cirebon berkat kesaktian Mbah Kuwu Sangkan dan Kuasa sang pencipta Allah SWT, Jin tersebut secara sempurna menjadi manusia.
Sempurna yang sakti mandraguna, dan diberinama Gandasari, ganda artinya dya jenis dari Jin menjadi manusia, sari perempuan. Dan dijadikan pagarbetis di Cirebon.
Sedangakan dalam riwayat lain gandasari berasal dari pasai Aceh yang dibawa oleh Ki Kuwu Sangkan, dan diangkat menjadi anaknya.
Sumber : indramayungeblog.blogspot.com
Kali ini menceritakan salah satu versi dari Legenda Pulo Mas.
Pada masa kerajaan di Jawa, ada sebuah kerajaan manuk rawa yang terletak di aliran sungai cimanuk, sungai cimanuk adalah jalur perniagaan yang paling besar dan rameh selain dipontang banten, dan sunda kelapa jayakarta.
Hingga nama pelabuhan Cimanuk terkenal diseluruh manca negara.
Singkat cerita ada terdapat pendatang saudagar/pedagang dari arab berlayar menggunakan kapal besar kapal tersebut tenggelam oleh badai laut, dan semua para ABK nya tenggelam termasuk nahkodanya, konon para jin korin yang meninggal tadi membentuk suatu kerajaan yang diberinama kerajaan Pulo Mas, berasal dari peti emas yang banyak, dan dipimpin jhongkara, yang berasal dari jangkar kapal.
Singkat cerita di Majapahit terdapat sayembara untuk memperistri putri majapahit, dan pada waktu itu terdapat dua bersaudara (kembar) yang bernama jaran sari dan jaran purnama, didalam sayembara sayemabara tersebut dimenangkan oleh jaran sari, namun atas kelicikan jaran purnama, jaran sari dibunuh dan jasadnya dibuang kelaut.
Hingga pada akhirnya bangkai jaran sari tersebut sampai di pinggir dan diambil oleh buyut kaci, buyut kaci adalah pejabat pulo mas, dan berkat kesaktian buyut kaci korin dari jaran sari tersebut dihidupkan lagi menjadi hidup dan bernama Raden Werdinata, dan akhirnya dinikahkan dengan putrinya dan dipercaya menjadi pemimpin di kerajaan pulo mas.
Ada kerajaan selain diPulo Mas, seperti Pulo karas, Pulo Kuntul, Tanjungbong, sinang, dan muara cimanuk yang dipimpin oleh Budipaksa, inilah yang menguasai seluruh kerajaan goib diwilayah Indramayu, termasuk kerajaan Pulo Mas yang menjadi bawahanya.
Singkat cerita ada kesatria sakti mandraguna dari bagelen yang ingin membangun padukuhan dihutan/alas penjalin yang terletak dipinggir kali Cimanuk, konon ditempat tersebut sangat angker karena dihuni oleh golongan goib/jin, sehingga pada waktu kesatria bagelen tersebut membangun perdekian/padukuhan diganggu oleh makhluk halus, salah satunya raja jin budipaksa dan patihnya pujirawis.
Konon keduanya tarung satu lawan satu, pujiwaris tarung dengan Kitinggil dan Kestria bagelen melawan Budipaksa, namun dua tokoh jin tersebut kewalahan, karena tak sanggup menandingi kesktian kestria bagelen yang mempunyai pusaka andalan warisan dari majapahit yaitu pusaka cakra udjaksana/cakrabeswara, namun sebelum raja jin tersebut kalah, raja jin mangutus Pujarawis agar meminta bantuan kepada Raja bawahanya, yaitu Pulo Mas yang dipimpin oleh Raden Werdinata dan patih jhongkara tanding lawan kitinggil, sedangkan werdinata lawan kesatria bagelen keduanya sama sama digdaya.
Konon peperangannya sampai 11 bulan tanpa henti, pusaka cakra udjaksana ternyata dapat diatasi oleh pusaka Keagungan Pulo Mas, yaitu Tameng Waring.
Dalam pertempuran itu sampai terdengar oleh ratu pantai selatan, penguasa lautan selatan, dan memerintahkan kalacungkring raja tanjung bong cimanuk), agar keduanya menyudahi perang dan berdamai, karena apabila sesepuh bagelen/orang kuna bagelen sekelas Kisidum murka, maka niscahya seluruh kerjaan goib disepanjang aliran sungai cimanuk akan dibinasakan.
Dan akhirnya Prabu Werdinata minta damai, dan meminta maaf, kepda Kestrua Bagelen, dan Raden Werdinata ingin diakui sahabat, namun kesatria bagelen mangajukan Raden Werdinata agar masuk islam, karena agama yang dianut kestria bagelen adalah islam.
Maka waktu itu seluruh Raja Pulo mas termasuk raja cimanuk lainya ikrar membaca dua kalimat Syahadat, lalu Raden Werdinata mengenalkan diri, profilnya bahwa ia adalah jin korin dari jaran sari yang dibunuh saudaranya Jaran Purnama, sehingga ditolong oleh Buyut Keci, dan menikah dengan putinya, dan dikaruniai Dua anak yaitu Dewi Nawang Wulan dan Wiragora, dan sistem pemerintahannya sama sperti majapahit.
Setelah lama membantu kesatria bagelen dalam membabad alas pejalin dan membangun negara, konon para jin Pulo Mas diajak oleh kestria bagelen tersebut untuk berguru/memperdalam ilmu tentang islam di Cirebon yaitu Sunan Gunung Jati dan Kikuwu sangkan, pada itu banyak para pejabat Pulo Mas Pulo Mas yany ikut, termasuk Nawang Wulan, Wiragora, Jhongkara, Werdinata, dan ada salah satu jin perempuan yang tidak diketahui namanya.
Salah satu jin perempuan tadi, tetap tinggal di Cirebon berkat kesaktian Mbah Kuwu Sangkan dan Kuasa sang pencipta Allah SWT, Jin tersebut secara sempurna menjadi manusia.
Sempurna yang sakti mandraguna, dan diberinama Gandasari, ganda artinya dya jenis dari Jin menjadi manusia, sari perempuan. Dan dijadikan pagarbetis di Cirebon.
Sedangakan dalam riwayat lain gandasari berasal dari pasai Aceh yang dibawa oleh Ki Kuwu Sangkan, dan diangkat menjadi anaknya.
Sumber : indramayungeblog.blogspot.com
Leave a Reply