PEMERINTAHAN
Susunan
hirarchi pemerintahan pada zaman kekuasaan Pajajaran, tidak banyak yang kita
ketahui, selain beberapa catatan dari peninggalan masa lalu yang masih belum
dapat kita fahami sepenuhnya, misalnya :
“Wado
tunduk kepada Mantri, Mantri tunduk kepada Mangkubumi, Mangkubumi tunduk kepada
Ratu, Ratu tunduk kepada Dewata, Dewata tunduk kepada Hyang”)
Meskipun kita belum
memahami benar fungsi dari pada nama pangkat yang disebut diatas, namun jelas
menggambarkan adanya susunan hierarchi pemerintahan yang berdasarkan KETUHANAN.
Khusus di Indramayu
seperti yang kita ketahui ialah adanya pangkat “Ki Gede” dan “Kuwu”.
Dalam penelitian etimologi
“Pakuwan”. Prof. Poerbocaroko mengatakan bahwa kata “Kuwu” itu berasal dari
kata “Pakuwon” artinya tempat tinggal. Di Indramayu Kuwu adalah Kepala Desa,
mungkin asal mulanya berarti Raja, sebab Prabu Tunggal Ametung disebut juga
“Sang Akuwu”. Pangkat Kuwu hanya dipakai di daerah Indramayu dan Cirebon.
Bagaimana sejarahnya dimasa lalu, tidak begitu jelas. Ditempat lain Kepala Desa
disebut “Lurah”. Apakah pangkat Wado itu sama sederajat dengan Kuwu, Lurah atau
Ki Gede, mungkin begitu. Di zaman dahulu suatu lingkungan masyarakat , apakah
namanya desa atau pakuwon atau wado, pada umumnya berotonomi penuh. Jika ada
hubungan dengan pemerintah pusat, maka hubungan itu hanya bersifat politis
saja.
Selain, pangkat Ki Gede, kita
mengenal pula pangkat Mantri, Tumenggung, Mangkubumi,Rangga, Patih, Arya, Ratu,
Prabu, dan sebagainya. Dan adanya pangkat-pangkat tersebut kita dapat menarik
kesimpulan bahwa dalam kawasan kerajaan Pajajaran sudah ada pemerintahan yang
teratur yang dibagi dalam beberapa daerah semacam Propinsi dan Kabupaten
sekarang, meskipun pada masa itu karena sulitnya komunikasi, masing-masing
berdiri sendiri dengan otonomi yang penuh. Kewajiban daerah terhadap pusat
hanya seba secara periodik dan membayar upeti dalam bentuk natura.
Daerah-daerah bawahan Pajajaran
di sebelah timur antara lain Rajagaluh, Singapura, Lurahagung, Talaga, dan
Sumedang. dan seperti telah dikemukakan di atas, bahwa daerah Indramayu
sekarang dizaman Pajajaran dahulu dibagi dalam tiga propinsi . di sebelah timur
masuk Propinsi Singapura, sebelah selatan masuk propinsi Rajagaluh, dan sebelah
barat masuk propinsi Sumedang.
Sumber : Sejarah
Indramayu Cetakan Ke-3

Leave a Reply