KABAR

Selasa, 23 Desember 2014

PEMERINTAHAN



Susunan hirarchi pemerintahan pada zaman kekuasaan Pajajaran, tidak banyak yang kita ketahui, selain beberapa catatan dari peninggalan masa lalu yang masih belum dapat kita fahami sepenuhnya, misalnya :
“Wado tunduk kepada Mantri, Mantri tunduk kepada Mangkubumi, Mangkubumi tunduk kepada Ratu, Ratu tunduk kepada Dewata, Dewata tunduk kepada Hyang”)
Meskipun kita belum memahami benar fungsi dari pada nama pangkat yang disebut diatas, namun jelas menggambarkan adanya susunan hierarchi pemerintahan yang berdasarkan KETUHANAN.
Khusus di Indramayu seperti yang kita ketahui ialah adanya pangkat “Ki Gede” dan “Kuwu”.
                Dalam penelitian etimologi “Pakuwan”. Prof. Poerbocaroko mengatakan bahwa kata “Kuwu” itu berasal dari kata “Pakuwon” artinya tempat tinggal. Di Indramayu Kuwu adalah Kepala Desa, mungkin asal mulanya berarti Raja, sebab Prabu Tunggal Ametung disebut juga “Sang Akuwu”. Pangkat Kuwu hanya dipakai di daerah Indramayu dan Cirebon. Bagaimana sejarahnya dimasa lalu, tidak begitu jelas. Ditempat lain Kepala Desa disebut “Lurah”. Apakah pangkat Wado itu sama sederajat dengan Kuwu, Lurah atau Ki Gede, mungkin begitu. Di zaman dahulu suatu lingkungan masyarakat , apakah namanya desa atau pakuwon atau wado, pada umumnya berotonomi penuh. Jika ada hubungan dengan pemerintah pusat, maka hubungan itu hanya bersifat politis saja.

                Selain, pangkat Ki Gede, kita mengenal pula pangkat Mantri, Tumenggung, Mangkubumi,Rangga, Patih, Arya, Ratu, Prabu, dan sebagainya. Dan adanya pangkat-pangkat tersebut kita dapat menarik kesimpulan bahwa dalam kawasan kerajaan Pajajaran sudah ada pemerintahan yang teratur yang dibagi dalam beberapa daerah semacam Propinsi dan Kabupaten sekarang, meskipun pada masa itu karena sulitnya komunikasi, masing-masing berdiri sendiri dengan otonomi yang penuh. Kewajiban daerah terhadap pusat hanya seba secara periodik dan membayar upeti dalam                 bentuk natura.
                Daerah-daerah bawahan Pajajaran di sebelah timur antara lain Rajagaluh, Singapura, Lurahagung, Talaga, dan Sumedang. dan seperti telah dikemukakan di atas, bahwa daerah Indramayu sekarang dizaman Pajajaran dahulu dibagi dalam tiga propinsi . di sebelah timur masuk Propinsi Singapura, sebelah selatan masuk propinsi Rajagaluh, dan sebelah barat masuk propinsi Sumedang.


Sumber : Sejarah Indramayu Cetakan Ke-3

Leave a Reply