KABAR

Selasa, 23 Desember 2014

KANG KANDANG KERA DAN KANG KANDANG KURA



Kang kandang kura karo kang kandang ketek

Pada suatu hari ada kang kandang kura sedang berjalan-jalan mencari makan, kebetulan dia berjumpa dengan temannya yaitu kang kandang kera yang sedang mencari makan diatas pohon. Kang kandang kera memanggil-manggil kang kandang kura : “ Hai, kang kandang kura, sedang apa. Betapa lamanya aku tidak berjumpa denganmu”. Terkejutlah kang kandang kura mendengar suara itu. Kemudian kang kandang kera turun dan ngobrol dibawah pohon itu.

                Di dalam obrolan kang kandang kera berbicara dengan kang kandang kura : “kang kandang kura, mau nggak kita sama-sama  mengadu kesaktian?”.
                Dengan terkejut si kura menjawab : “ Kesaktian apa yang harus kubanggakan kang kandang kera, aku ini orang bodoh”. Kalau begitu, begini saja, maukah seandainya kita saling membakar ?”, kata kang kandang kera. Tidak lama kemudian kang kandang kura menjawab : “Baiklah, tetapi siapakah yang lebih dahulu mau dibakar?”. “Engkaulah yang mula-mula dibakar”, jawab Kera. Kura menolaknya dengan mengatakan : “Engkaulah yang sepantasnya lebih dahulu dibakar karena engkau yang mengajak”,”Ah....  engkau dahulu, baru aku menyusul”, jawab Kera pula. Akhirnya terpaksalah si kura mengalah untuk dibakar terlebih dahulu.
                Sesudah perjanjian itu, pergilah keduanya mencari kayu yangsudah kering untuk membakar tersebut. Demikianlah si kera dan kura bekerja, sehingga kayu yang dikumpulkan menjadi banyak. Kemudian si kura ditimbuni dengan daun dan kayu tadi. Si kera berkata : “Awas yan kang kandang kura, kalau aku memanggil, jawablah dengan segera, itu tandanya engkau masih hidup”. “Baiklah”, jawab sang kura. Tidak lama kemudian kayu tadi dibakar dan karena sudah agak lama, akhirnya kera ingin mengetahui apakah kura sudah mati atau belum. Menurut dugaanya  kura pasti sudah mati. Dia coba-coba memenggil kura : “Kang kandang Kura!” “Nuun”, jawab kang kandang kura. Se kera terkejut karena dugaanya meleset. Mendengar si kura masih hidup terus si kera tadi mengambil kayu lagi untuk memperbesar nyala api. Kemudian si kura dipanggil lagi  : “Kang kandang kura!”, “Nuun”, jawabnya. Aduh, kang kandang kura betapa saktinya engkau ini, lihatlah kayu ini hampir habis, tetapi belum juga mati.
                Tidak lama kemudian, tumpukan kayupun habislah, dan api sudah padam. Si kera mengambil kayu untuk memisahkan abu hasil pembakaran kayu tersebut, tetapi sangat masgul  melihat kura yang masih hidup, tak terbakar sedikitpun. Si kera bertanya kepada kura : “Alangkah saktinya kau ini kang kandang kura menjawab dengan gembira : “Aku ini tidak punya kesaktian apapun kang kandang kura”. Si kera bertambah heran mendengar jawaban kura demikian dan akhirnya dia berkata : “Hayo kita cari kayu lagi untuk membakar badanku”. Karena kayu sudah banyak maka tibalah giliran si kera untuk dibakar.
                Dengan hari yang jengkel si kera maju menuju tumpukan kayu itu. Si kurapun berpesan seandainya kera dipanggil maka harus segera memjawab. Kayu mulai dibakar dibagian pinggirnya. Kera merasa kepanasan, tetapi malu seandainya keluar dari tumpukan kayu tersebut. Lama kelamaan api bertambah besar, habislah kayu itu semua. Kura memanggilnya : “Kang kandang kera....., kang kandang kera....!”Lho, kemana nih kang kandang kera, apakah sudah mati, pikirnya. Sesudah kayu menjadi abu semuanya, dan ternyata kerapun sudah tak berbentuk lagi, sudah berubah menjadi abu.
                Melihat tulang-tulang kera itu, si kura berpikir, mengapa kera itu bisa mati? Wah, mungkin kera tidak dapat menyembunyikan dari yaitu dengan membuat lubang ditanah di bawah tumpukan kayu tadi. Walaupun demikian  si kura tidak merasa menyesal perbuatannya, karena ia berpendapat bahwa kang kandang kera lah yang mengajak lebih dahulu untuk berbuat demikian.
                Itulah akibatnya orang yang berlaku sombong tak mau kalah dari yang lain. Dia bertindak seolah-olah dirinya yang pasti akan mendapatkan kemenangan, tetapi akibatnya malah kehancuran.


Sumber : Sejarah Indramayu Cetakan Ke-3

Leave a Reply