SEJARAH INDRAMAYU
RADEN WIRALODRA MENCARI LETAKNYA SUNGAI CIMANUK
Embah Kiyai Barata di Gunung Sumbing mempunyai silsilah keturunan yang mewarnai beberapa bagian dari BABADn DERMAYU ini. Ia mem-punyai seorang putra bernama Raden Lowano. Raden Lowano pun mempunyai seorang putera yaitu Raden Gagak Pernala. yang kemu-dian meninggalkan empat orang putera antara lain: Raden Gagak Kumitir, Raden Gagak Wirajaya, Raden Gagak Pringgadipura dan yang keempat Raden Gagak Wirahandaka.
Diantara empat orang putera Raden Gagak Pernala, yaitu Raden Gagak Kumitir yang kemudian mempunyai putera menjadi Bupati Bagelen, bernama Raden Gagak Singolodraka. Putera Raden Gagak Pernala yang tertua bernama Raden Gagak Wirakesuma. Dalam BABAD DERMAYU asli berbentuk lontar, menceritrakan bahwa keturunan dari Raden Gagak Kumitir-lah yang menjadi peranan utama dalam hikayat tersebut.
Raden gagak Singolodraka adalah Bupati Bagelen yang mempunyai lima orang putera antara lain: Raden Ayu Wangsanegara, Raden Ayu Wangsayudha, Raden Ayu Wiralodra, Raden Bagus Tanujaya dan yang termuda Raden Bagus Tanujiwa. Di antara kelima puteranya itu yang mempunyai kegemaran mencari ilmu dan bertapa di tempat (goa) yang sunyi ialah Raden Wiralodra.
Raden Wiralodra dengan punakawannya (pengasuhnya) bernama KI TINGGIL sedang bertapa pada suatu tempat lereng Gunung Sumbing untuk mencari Ilham. Dalam menjalankan pertapaan itu, ia mendapat pancaran sinar yang kemudian cahaya itu masuk kedalam tubuhnya. Bersamaan hilangnya sinar itu muncul suara gaib yang memberi petunjuk kepada Raden Wiralodra.
"Cucuku Raden Wiralodra, apabila engkau ingin mendapatkan kemulyaan hingga tujuh turunan. Cucuku harus dapat menebang (membabad) hutan yang letaknya disebelah barat ditepi sungai Cimanuk dan berangkatlah segera".
Tarmadi, Didi. 2011. Sejarah Indramayu. Bandung: Richard Hanafi Pustaka
Embah Kiyai Barata di Gunung Sumbing mempunyai silsilah keturunan yang mewarnai beberapa bagian dari BABADn DERMAYU ini. Ia mem-punyai seorang putra bernama Raden Lowano. Raden Lowano pun mempunyai seorang putera yaitu Raden Gagak Pernala. yang kemu-dian meninggalkan empat orang putera antara lain: Raden Gagak Kumitir, Raden Gagak Wirajaya, Raden Gagak Pringgadipura dan yang keempat Raden Gagak Wirahandaka.
Diantara empat orang putera Raden Gagak Pernala, yaitu Raden Gagak Kumitir yang kemudian mempunyai putera menjadi Bupati Bagelen, bernama Raden Gagak Singolodraka. Putera Raden Gagak Pernala yang tertua bernama Raden Gagak Wirakesuma. Dalam BABAD DERMAYU asli berbentuk lontar, menceritrakan bahwa keturunan dari Raden Gagak Kumitir-lah yang menjadi peranan utama dalam hikayat tersebut.
Raden gagak Singolodraka adalah Bupati Bagelen yang mempunyai lima orang putera antara lain: Raden Ayu Wangsanegara, Raden Ayu Wangsayudha, Raden Ayu Wiralodra, Raden Bagus Tanujaya dan yang termuda Raden Bagus Tanujiwa. Di antara kelima puteranya itu yang mempunyai kegemaran mencari ilmu dan bertapa di tempat (goa) yang sunyi ialah Raden Wiralodra.
Raden Wiralodra dengan punakawannya (pengasuhnya) bernama KI TINGGIL sedang bertapa pada suatu tempat lereng Gunung Sumbing untuk mencari Ilham. Dalam menjalankan pertapaan itu, ia mendapat pancaran sinar yang kemudian cahaya itu masuk kedalam tubuhnya. Bersamaan hilangnya sinar itu muncul suara gaib yang memberi petunjuk kepada Raden Wiralodra.
"Cucuku Raden Wiralodra, apabila engkau ingin mendapatkan kemulyaan hingga tujuh turunan. Cucuku harus dapat menebang (membabad) hutan yang letaknya disebelah barat ditepi sungai Cimanuk dan berangkatlah segera".
Tarmadi, Didi. 2011. Sejarah Indramayu. Bandung: Richard Hanafi Pustaka
Leave a Reply