Gunung Kumbang
Babad Cirebon
Setelah sebulan lamanya Sanghyang Nanggo berkata, "Hai hyang Naga digunung Kumbang, mudah - mudahan ada sihnya guru." Walangsungsang mematuhi perintahnya guru, segera pamit terus berjalan menuju gunung Kumbang, dayang sudah dihadapan Sanghyang Naga. Berkata Sanghyang Naga, "Hai orang muda, siapa engkau, asal putra mana dan apa yang enkau kehendaki ?" Sang Walangsungsang menjawab, "Hamba ingin berguru agama Islam, Walansgungsang namaku, putra Pejajaran." sanghyang Naga berkata, "Hai Walangsungasng agama Islam belum ada, kelak pada akhirnya engkau yang punya, mungkin sebentar lagi, hanya si bapak bisa memberi ilmu kesaktian, aji dipa, mengetahui omongannya segala binatang, keperwiraan menghilang, dan aji titimurti (membesarkan tubuh hingga segunung anakan). "Walangsungsang sudah menerima semua apa sih pemberi guru. Sanghyang Naga berkata. "Dan ini pusaka tiga warna kepunyaan Juwata sekarang dapat wangsit terimalah sih dari pemberian Dewa, ialah paci waring kalau dipakai tidak terlihat oleh semua penglihatan, badong batok berwatak dianuti oleh siluman - siluman, jin, setan pada suka asih, umbul - umbul waring berwatak rahayu dari senjata musuh dan melemahkan musuh." Diterima sudah Walangsungsang mengucap terima kasih, lalu jimat yang warna tiga itu disimpan didalam cincin Ampal.
Gunung Cangak
Setelah sebulan lamanya Sanghyang Nanggo berkata, "Hai hyang Naga digunung Kumbang, mudah - mudahan ada sihnya guru." Walangsungsang mematuhi perintahnya guru, segera pamit terus berjalan menuju gunung Kumbang, dayang sudah dihadapan Sanghyang Naga. Berkata Sanghyang Naga, "Hai orang muda, siapa engkau, asal putra mana dan apa yang enkau kehendaki ?" Sang Walangsungsang menjawab, "Hamba ingin berguru agama Islam, Walansgungsang namaku, putra Pejajaran." sanghyang Naga berkata, "Hai Walangsungasng agama Islam belum ada, kelak pada akhirnya engkau yang punya, mungkin sebentar lagi, hanya si bapak bisa memberi ilmu kesaktian, aji dipa, mengetahui omongannya segala binatang, keperwiraan menghilang, dan aji titimurti (membesarkan tubuh hingga segunung anakan). "Walangsungsang sudah menerima semua apa sih pemberi guru. Sanghyang Naga berkata. "Dan ini pusaka tiga warna kepunyaan Juwata sekarang dapat wangsit terimalah sih dari pemberian Dewa, ialah paci waring kalau dipakai tidak terlihat oleh semua penglihatan, badong batok berwatak dianuti oleh siluman - siluman, jin, setan pada suka asih, umbul - umbul waring berwatak rahayu dari senjata musuh dan melemahkan musuh." Diterima sudah Walangsungsang mengucap terima kasih, lalu jimat yang warna tiga itu disimpan didalam cincin Ampal.
Gunung Cangak
Leave a Reply