KABAR

Kamis, 04 Oktober 2012

Gunung Ciangkup

Babad Cirebon

Setelah sebulan lamanya Ki Sangyang berkata, " Hai Putraku semua marilah berkumpul." Pata Putra bertiga sudah dihadapan Sang Danuwarsih, berkata, " Hai Walangsungsang, Indangayu dan Rarasantang, sekarang baik berguru kepada sanghyang Nanggo di Gunung Diangkup, mudah - mudahan mendapat Sihnya guru. "

Sang putra mematuhi perintah Jeng Rama, sang istri dan sang adik sudah dimasukan kedalam cincin Ampal. Segera pamit terus berjalan akhirnya telah datang di gunung Ciangkup bertemu dihadapan Sanghyang Nanggo berkata, " Hai Walangsungsang, aku tidak tahu agama Islam, nanti sebentar lagi engkau mendapatkannya, hanya si bapak memberi ilmu kedewaan dan menghilang, kekuatan, kekebalan terimalah sih pemberian si bapak dan Golok cabang pusaka para leluhur terimalah. Ini golok bisa bicara bahasa manusia dan bisa terbang dan bisa keluar api, tiap - tiap yang terkena olehnya niscahya lebur, walaupun dewa tidak tahan, gunung ambruk dan laut kering." Walansungsang mengucap terimakasih atas sih pemberiannya guru.


Gunung Kumbang
http://drackrahmat.blogspot.com/2012/10/gunung-kumbang.html
 

Leave a Reply