KABAR

Sabtu, 22 September 2012

PELANJUTAN KETURUNAN RASUL ALLAH S.A.W


Sabda Rasul Allah s.aw: ‘wahai fatimah, sesungguhnya Allah marah dengan kemarahanmu, dan ia ridla dengan kerinduanmu”.

                Lima tahun sebelum ke-Nabia-Nya, maka Muhammad s.a.w berkata kepada isterinya, Sitti Khadijah, yang sedang mengandung tua : “wahai Khadijah, malaikat Jibril telah datang dan memberitahukan kepadaku, bahwa anak yang kau kandung ini kelak akan lahir sebagai seorang perempuan. Ia adalah suatu jiwa yang suci dan dilindungi Allah s.w.t. dan bahwa Allah  kelak akan menjadikan anak perempuan kita ini, keturunanku”. (Ahlul bait hal.115)
                Ucapan Muhammad s.a.w. itu dikatakan lima tahun sebelum ia mendapatkan wahyu di gua Hira, dekat Mekah, ketika jasirah Arab masih diliputi oleh suatu kehidupan yang bersuasanakan kejahiliyahan. Dan ketika lebih kurang sebulan kemudian Fatimah lahir dalam keadaan suci serta Muhammad s.a.w. untuk menyatakan syukur kepada Allah s.w.t. yang telah melahirkan seorang makhluk yang akan menjadi benih daripada keturunannya.
                Sitti Fatimah adalah puteri paling kecil dari junjungan kita Rasul Allah s.a.w. yang paling dikasihinya yang lahir pada tanggal 20 Jumadilakhir, lima tahun sebelum Muhammad s.a.w. mendapat wahyu di gua Hira yang menandai awal dari pada kehidupannya sebagai Nabi.
                Tanpa kelahiran Sitti Fatimah, maka nabi jungjungan kita itu akan putus . Karena itu kelahiran Sitti Fattimah adalah suatu kelimpahan allah yang terbesar. Sitti fatimah telah dijadikan oleh wadah yang suci dari keturunan yang suci. Ia laksana benih yang menumbuhkan pohon besar dan pelanjut para keturunan para Syarif dari ahlul bait, yaitu keluarga dari pada Rasul Allah s.a.w tigabelas abad lebih lebih yang lalu hingga sekarang ini.
                Sitti Fatimah-lah yang jadi satu-satunya sumber dari pada suatu keturunan yang mulia yang dikenal bangsa Arab dan kemudian seluruh Umat Islam didunia dari dulu hingga sekarang.

Leave a Reply