KABAR

Minggu, 24 Juni 2012

Desian grafis sebenarnya


Penguasaan atas program grafis seperti Corel Draw, Photoshop, Freehand dan lain – lain memang identik dengan proses pembuatan iklan yang sarat dengan gambar. Bahkan apabila disangkutkan dengan industri perfilman Hollywood, seorang desainer grafis memiliki potensi yang sangat besar untuk berapresiasi sebagai pengemas efek dan segala tetek bengek barbau animasi.

Namun sesungguhnya terlalu sederhana untuk menilai mudahnya membuat iklan hanya berbekal program grafis, meski dengan kemampuan superpower sekalipun! Iklan yang baik tidak dapat dilihat dari bagus atau tidaknya bentuk visual, tidak juga dapat dilihat dari kata – kata yang memorable, atau tidak bisa hanya berdasarkan laris tidaknya produk dipasar. Menilik film Final Fantasi, apa jadinya jika dibuat dalam versi film pada umumnya? Cerita yang tidak memiliki kekuatan story telling tertentulah ambruk menjadi film kelas B. Beruntung film ini dibuat murni oleh kemampuan grafik yang kemudian mendongkrak proyek animasi naik sampai langit ketujuh sebagai sesuatu yang menakjubkan dan menjadi bahan perbincangan banyak orang.

Padahal penguasaan program yang sama sanggup membuat film fending nemo begitu manusiawi, sebelum film monstar Inc pun memiliki pola bertutur sangat simpatik. Minimnya nuansa futuristik dengan gaya star wars serta penilaian yang berorientasi pada tema anak – anak agaknya membuat film tersebut kehilangan aura komputer grafik untuk menjadi topik pembicaraan, terapi pilot yang kuat dan kemampuan luar biasa untuk menghidupkan karakter cerita dalam kemasan teknologi sanggup menjadikanya sebagai film yang mampu “berbicara” kepada penontonnya.

Pernah, dalam waktu yang bersamaan Walt Disney dan Dreamwork mermbusat fabel berbasis animasi melalui film Bugs Life dan Antz, dalam konteks dasar visual yang sama ternyata Dreamworks harus mengakui kepiawaian Walt Disney dalam strategi pembuatan film keluarga dengan menerima kekecawaan bahwa Antz jeblok di pasar, meski berlatar nama besar Steven Spielberg dan melibatkan Sharon Stone juga Sylvie Stallone sebagai suara.

Leave a Reply