KABAR

Minggu, 24 Juni 2012

Desain Berbasis Type


Dalam bebrapa hal, para desainer besandar pada teks untuk menyampaikan suatu pesan, tetapi mereka menggunakan kata – kata dengan cara yang berbeda dari tata cara yang biasa dilakukan oleh para penulis. Bagi para desainer, mereka melihat visual teks adalah sama pentingnya seperti seperti maksud atau arti dari teks itu sendiri. Format visual teks, baik tipography yang dicetak atau penulisan buatan tangan, memiliki fungsi yang sama yaitu untuk melaksanakan fungsi readibility/keterbacaan. Teks juga dapat menghentikan perhatian pada suatu meksud tertentu dan mengidentifikasi sebuah makna pada suatu tampilan visual. Namun keterbacaan teks akan diolah oleh disainer tidak hanya mengandalkan arti sebuah teks secara leksikal saja atau hanya sesuai dengan tata bahasa saja, tetapi juga menyebutkan maksud atas peranan teks itu sendiri secara fisik. Sebagai contoh, kita tidak akan menemukan dalam sebuah kemasan pasta gigi yang menuliskan merk-nya dengan menggunkan teks bergaya ‘Stencil’, karena image Stencil font identik dengan style Army Look.

Hampir semua desainer sepakat bahwa penggunaan teks sebagai sebuah tampilan visual dengan tanpa mengabaikan fungsi keterbacaan adalah penting. Mari kita perhatikan pada suatu halaman umum yang didalamnya tercetak sebauh teks, pernahkah muncul sebuah pertanyaan, apakah kerja desain grafis dilibatkan didalam merancang halaman yang nampak sederhana seperti itu?pikirkanlah, apa yang anda akan lakukan jika anda diminta untuk mendesain kembali halam itu. Akankah anda merubah jenis typeface atau ukurannya? Akankah anda membagi teks kedalam dua kolom yang lebih ramping? Bagaimana dengan grais tepi dan pengaturan jarak antar paragraf? Akankah anda menekuk atau memberi spasi pada setiap paragraf atau mungkin memulai dengan perubahan teks berupa rekayasa tulisan hias? Apakah anda akan memberikan kekuatan pada teks dengan cara memberi nomor, jumlah halaman atau penulisan teks tertentu pada setiap bab? Akankah anda merubah sebuah terminologi dengan cara cetak tebal pada teks tersebut, atau barang kali menggunkan huruf italic/miring dan atau yang bergaris bawah? Adakah hal yang akan memberikan kekuatan dan tekanan dalam sebuah perubahan yang anda pertimbangkan, atau seberapa kuat teks – teks ini akan mempengaruhi reaksi para pembaca? Perlu diketahui, bahwa semua pertanyaan diatas dilakukan dan dijawab oleh desainer pada saat memulai pekerjaannya hingga proses evaluasi sebuah teks – teks itu diputuskan untuk dikomunikasikan.

Leave a Reply