Desain Berbasis Type
Dalam bebrapa hal, para desainer besandar pada teks untuk
menyampaikan suatu pesan, tetapi mereka menggunakan kata – kata dengan cara
yang berbeda dari tata cara yang biasa dilakukan oleh para penulis. Bagi para
desainer, mereka melihat visual teks adalah sama pentingnya seperti seperti
maksud atau arti dari teks itu sendiri. Format visual teks, baik tipography
yang dicetak atau penulisan buatan tangan, memiliki fungsi yang sama yaitu
untuk melaksanakan fungsi readibility/keterbacaan. Teks juga dapat menghentikan
perhatian pada suatu meksud tertentu dan mengidentifikasi sebuah makna pada
suatu tampilan visual. Namun keterbacaan teks akan diolah oleh disainer tidak
hanya mengandalkan arti sebuah teks secara leksikal saja atau hanya sesuai
dengan tata bahasa saja, tetapi juga menyebutkan maksud atas peranan teks itu
sendiri secara fisik. Sebagai contoh, kita tidak akan menemukan dalam sebuah
kemasan pasta gigi yang menuliskan merk-nya dengan menggunkan teks bergaya
‘Stencil’, karena image Stencil font identik dengan style Army Look.
Hampir semua desainer sepakat bahwa penggunaan teks sebagai
sebuah tampilan visual dengan tanpa mengabaikan fungsi keterbacaan adalah
penting. Mari kita perhatikan pada suatu halaman umum yang didalamnya tercetak
sebauh teks, pernahkah muncul sebuah pertanyaan, apakah kerja desain grafis
dilibatkan didalam merancang halaman yang nampak sederhana seperti
itu?pikirkanlah, apa yang anda akan lakukan jika anda diminta untuk mendesain
kembali halam itu. Akankah anda merubah jenis typeface atau ukurannya? Akankah
anda membagi teks kedalam dua kolom yang lebih ramping? Bagaimana dengan grais
tepi dan pengaturan jarak antar paragraf? Akankah anda menekuk atau memberi
spasi pada setiap paragraf atau mungkin memulai dengan perubahan teks berupa
rekayasa tulisan hias? Apakah anda akan memberikan kekuatan pada teks dengan
cara memberi nomor, jumlah halaman atau penulisan teks tertentu pada setiap
bab? Akankah anda merubah sebuah terminologi dengan cara cetak tebal pada teks
tersebut, atau barang kali menggunkan huruf italic/miring dan atau yang
bergaris bawah? Adakah hal yang akan memberikan kekuatan dan tekanan dalam
sebuah perubahan yang anda pertimbangkan, atau seberapa kuat teks – teks ini
akan mempengaruhi reaksi para pembaca? Perlu diketahui, bahwa semua pertanyaan
diatas dilakukan dan dijawab oleh desainer pada saat memulai pekerjaannya
hingga proses evaluasi sebuah teks – teks itu diputuskan untuk dikomunikasikan.
Leave a Reply