Makalah Iman Kepada Kepada Kitab Allah
Pengertian Kepada Kitab - kitab Allah
Al Kutub secara bahasa berarti kitab - kitab. Secara Istilah berarti kitab - kitab yang diturunklan oleh Allah SWT kepada Rosul -Rosul- Nya sebagai Rahmat dan hidayah bagi seluruh umat manusia agar mencapai kebahagiaan didunia dan diakhirat.
Pengertian Iman Kepada Kitab - Kitab Allah
yang dimaksud dengan iman kepada kitab - kitab Allah SWT yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab - kitab - Nya kepada para Nabi dan Rosul yang berisi wahyu Allah SWT berupa perintah dan larangan untuk disampaikan kepada umat manusia agar digunakan sebagai pedoman hidup didunia.
Kewajiban Manusia Terhadap Kitab - Kitab Allah SWT
1) Memudahkan dalam menghafalkan.
2) Memudahkan dalam memahami.
3) Mempersiapkan bangunan Al-Qur’an dengan landasan
yang sempurna dalam menghancurkan kepercayaan
yang bathil dan tradisi yang merusak.
4) Membangun umat menuju bentuk yang sempurna
dengan menanamkan aqidah salamah, ibadah
shahihah dan akhlaqul karimah.
5) Meneguhkan hati dan meringankan beban penderitaan
dalam menegakkan dan memperjuangkan Islam.
Al Kutub secara bahasa berarti kitab - kitab. Secara Istilah berarti kitab - kitab yang diturunklan oleh Allah SWT kepada Rosul -Rosul- Nya sebagai Rahmat dan hidayah bagi seluruh umat manusia agar mencapai kebahagiaan didunia dan diakhirat.
Pengertian Iman Kepada Kitab - Kitab Allah
yang dimaksud dengan iman kepada kitab - kitab Allah SWT yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah menurunkan kitab - kitab - Nya kepada para Nabi dan Rosul yang berisi wahyu Allah SWT berupa perintah dan larangan untuk disampaikan kepada umat manusia agar digunakan sebagai pedoman hidup didunia.
Kewajiban Manusia Terhadap Kitab - Kitab Allah SWT
- Beriman bahwa kitab kitab - kitab tersebut benar - benar diturunkan oleh Allah SWT.
- beriman kepada kitab - kitab yang sudah kita kenal namanya seperti shuhuf Ibrahim dan Musa, Zabur, Taurat, Injil, dan Al - Qur'an.
- membenarkan seluruh berita - berita yang terdapat didalam Al-Quran, juga berita - berita yang terdapat kitab - kitab terdahulu yang belum diganti atau selewengkan.
- Mengerjakan Seluruh hukum yang terdapat dalam kitab - kitab tersebut.
a)
Hukum I’tiqodiyah:hukum
tentang
keyakinan, seperti iman kepada Allah SWT, Malaikat,
Kitab, Rasul, Hari akhir dan Taqdir.
b
) Hukum Khuluqiyah: hukum tentang akhlaq, yakni kewajiban para mukallaf untuk
memperhias diri dengan perilaku utama (akhlaqul karimah) dan menghindarkan diri dari perilaku
tercela (akhlaqul madzmumah).
c
) Hukum ‘Amaliyah: hukum tentang amal perbuatan, yakni segala perkataan, perbuatan
dan tindakan manusia.
Hikmah Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah
- Mengetahui hikmah Allah swt dalam syara’ atau hukumnya sehingga menetapkan hukum sesuai dengan tabiat dan keadaan setiap umat.
- Menyadarkan kita akan kasih sayang Allah swt sehingga kita harus mensyukuri segala bentuk nikmat yang telah dilimpahkan-Nya kepada kita.
- Meyakinkan kita bahwa Islam adalah risalah seluruh nabi dan rasul.
- Mengetahui perhatian Allah swt terhadap seluruh hamba-Nya sehingga menurunkan kitab yang menjadi hidayah bagi setiap umat.
- Mengetahui pertolongan Allah ta’ala pada hamba-kaum hamba-Nya dimana Allah menurunkan kepada setiap kitab yang memberi petunjuk pada mereka.
- Menenteramkan hati.
- Mempertebal keyakinan.
- Menambah ilmu pengetehuan.
- Mengetahui riwayat (sejarah) umat masa lampau.
- Memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
- Menanamkan sikap toleransi terhadap pemeluk agama lain.
1.Kitab Taurat
Ada yang menyebutnya Thoret atau Thora. Diturunkan kepada Nabi Musa AS (Moses) abad ke 15 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Ibrani
Kandungan kitab Taurat:
a. Perintah mengesakan Allah SWT.
b.Larangan membuat dan menyembah patung
berhala,dst.
Ada yang menyebutnya Thoret atau Thora. Diturunkan kepada Nabi Musa AS (Moses) abad ke 15 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Ibrani
Kandungan kitab Taurat:
a. Perintah mengesakan Allah SWT.
b.Larangan membuat dan menyembah patung
berhala,dst.
2.Kitab Zabur
Juga ada yang menyebut Mazmur maupun Paska.
Diturunkan kepada Nabi Dawud AS (David) pada abad
ke 10 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Qibthi.
Kandungan kitab Zabur:
a. Do’a
b. Dzikir
c. Nasihat
d. Hikmah
e. Menyeru kepada ketauhidan
Juga ada yang menyebut Mazmur maupun Paska.
Diturunkan kepada Nabi Dawud AS (David) pada abad
ke 10 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Qibthi.
Kandungan kitab Zabur:
a. Do’a
b. Dzikir
c. Nasihat
d. Hikmah
e. Menyeru kepada ketauhidan
f. Tidak berisi syari'at.
3.Kitab Injil
Ada yang menamakan Bibel maupun Alkitab. Diturunkan
kepada Nabi Isa AS (Yesus Kristus) pada awal abad ke
1M untuk Bani Israil dan berbahasa Suryani.
Kandungan kitab Injil:
a) Seruan tauhid kepada Allah SWT.
b) Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerusakan terhadap
dunia.
c) Merevisi sebagian hukum Taurat yang sudah tidak
sesuai.
d) Berita tentang akan datangnya Nabi akhir zaman
bernama Ahmad atau Muhammad.
Ada yang menamakan Bibel maupun Alkitab. Diturunkan
kepada Nabi Isa AS (Yesus Kristus) pada awal abad ke
1M untuk Bani Israil dan berbahasa Suryani.
Kandungan kitab Injil:
a) Seruan tauhid kepada Allah SWT.
b) Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerusakan terhadap
dunia.
c) Merevisi sebagian hukum Taurat yang sudah tidak
sesuai.
d) Berita tentang akan datangnya Nabi akhir zaman
bernama Ahmad atau Muhammad.
4.Al-Qur’an
Nama lainnya adalah Adz-Dzikru, Al-Furqon, Al-Bayan, Al- Huda, dsb. Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Ahmad) pada abad 7 M mulai 6 Agustus 610 M untuk pedoman seluruh manusia dan berbahasa Arab.
Nama lainnya adalah Adz-Dzikru, Al-Furqon, Al-Bayan, Al- Huda, dsb. Diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Ahmad) pada abad 7 M mulai 6 Agustus 610 M untuk pedoman seluruh manusia dan berbahasa Arab.
Nama-nama lain alQur’an
- Al Furqon (Pembeda benar dan salah)
- At Tanzil (Yang diturunkan)
- Adz Dzikru (Pemberi peringatan)
- Al Kitab (Buku) dsb.
1) Nuur(Cahaya)
2) Mubin(yang menerangkan)
3) Huda(Petunjuk)
4) Syiifa(Obat)
5) Rahmah(Rahmat)
6) Mau’idzah(Nasihat)
7) Basyir(Pembawa kabar gembira) 8) Nazir(Pembawa peringatan)
9) Mubarok(Yang diberkati)
2) Mubin(yang menerangkan)
3) Huda(Petunjuk)
4) Syiifa(Obat)
5) Rahmah(Rahmat)
6) Mau’idzah(Nasihat)
7) Basyir(Pembawa kabar gembira) 8) Nazir(Pembawa peringatan)
9) Mubarok(Yang diberkati)
Kedudukan Al Quran
1. Al Quran adalah manhaj tarbiyah islamiyah
2. Al Quran sebagai kitab syari’ah
3. Al Quran sebagai petunjuk jalan dalam
kehidupan ini
4 . Al Quran sebagai penyeru kepada
penghayatan (taddabur) ayat-ayat Allah swt
di dalam Al Quran atau alam ini
5 . Al Quran sebagai mashdar ma’rifah
(referensi) sejarah yang mulia
2. Al Quran sebagai kitab syari’ah
3. Al Quran sebagai petunjuk jalan dalam
kehidupan ini
4 . Al Quran sebagai penyeru kepada
penghayatan (taddabur) ayat-ayat Allah swt
di dalam Al Quran atau alam ini
5 . Al Quran sebagai mashdar ma’rifah
(referensi) sejarah yang mulia
Al-Qur’an Kitab Terakhir Dan Terlengkap
Arti kata Al-Qur’an adalah
bacaan atau yang dibaca, berasal dari kata “qara-a” (bacaan). Adapun pengertian
Al-Qur’an adalah Kalam Allah SWT. yang merupakan mu’jizat yang diturunkan
(diwahyukan) melalui Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW. dan yang ditulis
di mush-haf dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah.
Cara-cara
Al-Qur’an diwahyukan
Proses turunnya Al-Qur’an
adalah secara bertahap dan berangsur-angsur.
Tahap
pertama Al-Qur’an disimpan di Lauh Mafudz, Tahap kedua diturunkan ke Baitul
‘Izzah atau “samaud-dunya” (langit dunia) pada malam Lailatul Qadar, kemudian
tahap ketiga baru disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW secara berangsur-angsur
Adapun berangsur-angsur artinya bahwa Al-Qur’an tidak di
sampaikan sekaligus, melainkan sedikit demi sedikit sesuai situasi dan kondisi
yang tepat. Adapun pertama kali ayat Al-Qur’an disampaikan oleh Malaikat Jibril
(Ruhul-Quddus) kepada Nabi Muhammad SAW. adalah pada saat “bi’tsah” “pengangkatan”
beliau sebagai Nabi dan Rasul yakni pada 17 Ramadhan bertepatan pada
tanggal 6 Agustus 610 M, Seterusnya disampaikan hingga dalam kurun waktu 22
tahun 2 bulan 22 hari, yakni 13 tahun pada periode Mekkah dan 10 tahun pada
periode Madinah.
Hikmah diturunkannya Al-Qur’an secara berangsur-angsur
Bagi Nabi Muhammad SAW
- Meringankan dalam menerima wahyu.
- Memudahkan dalam menjelaskan kandungan danmencontohkan pelaksanaannya.
- Meneguhkan hati dalam menghadapi cobaan celaandan penganiayaan orang-orang kafir.
1) Memudahkan dalam menghafalkan.
2) Memudahkan dalam memahami.
3) Mempersiapkan bangunan Al-Qur’an dengan landasan
yang sempurna dalam menghancurkan kepercayaan
yang bathil dan tradisi yang merusak.
4) Membangun umat menuju bentuk yang sempurna
dengan menanamkan aqidah salamah, ibadah
shahihah dan akhlaqul karimah.
5) Meneguhkan hati dan meringankan beban penderitaan
dalam menegakkan dan memperjuangkan Islam.
Adapun
diantara kaifiyat atau cara-cara penyampaian wahyu
a. Malaikat Jibril
memasukkan wahyu langsung ke
hati dan akal beliau. Nabi tidak melihat melainkan
hanya dalam merasakan bahwa hatinya penuh wahyu.
b . Malaikat Jibril menampakkan diri sebagai seorang laki-
laki, kemudian menyampaikan firman Allah lalu Nabi
menghafalnya dengan benar.
c . Malaikat Jibril menampakkan diri dalam ujud aslinya.
d. Malaikat Jibril datang dengan disertai suara seperti
gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang terasa
paling berat oleh Nabi Muhammad SAW.
hati dan akal beliau. Nabi tidak melihat melainkan
hanya dalam merasakan bahwa hatinya penuh wahyu.
b . Malaikat Jibril menampakkan diri sebagai seorang laki-
laki, kemudian menyampaikan firman Allah lalu Nabi
menghafalnya dengan benar.
c . Malaikat Jibril menampakkan diri dalam ujud aslinya.
d. Malaikat Jibril datang dengan disertai suara seperti
gemerincingnya lonceng. Cara inilah yang terasa
paling berat oleh Nabi Muhammad SAW.
Keistimewaan Al-Qur’an
1. Tidak pernah mengalami
perubahan.
2. Terpelihara kemurniannya hingga akhir zaman.
3. Tak ada satupun makhluk yang dapat menandingi
kehebatan Al-Qur’an.
4 . Memuat petunjuk tentang segala segi kehidupan
manusia.
5 . Mengoreksi segala kekeliruan kitab-kitab
sebelumnya akibat penyelewengan.
6 . Telah tertulis sejak zaman Rasulullah masih hidup.
7. Memiliki gaya bahasa yang sangat tinggi.
8. Berlaku hingga hari qiyamat dan bagi seluruh umat
manusia di dunia ini.
2. Terpelihara kemurniannya hingga akhir zaman.
3. Tak ada satupun makhluk yang dapat menandingi
kehebatan Al-Qur’an.
4 . Memuat petunjuk tentang segala segi kehidupan
manusia.
5 . Mengoreksi segala kekeliruan kitab-kitab
sebelumnya akibat penyelewengan.
6 . Telah tertulis sejak zaman Rasulullah masih hidup.
7. Memiliki gaya bahasa yang sangat tinggi.
8. Berlaku hingga hari qiyamat dan bagi seluruh umat
manusia di dunia ini.
9.
Selalu memuliakan akal fikiran serta menggunakannya
sebagai dasar dalam memahami kandungannya.
10. Memandang hakekat manusia adalah sama.
11. Memadukan antara ilmu, iman dan keyakinan.
12. Menjanjikan kebahagian dunia akhirat bagi yang
mengamalkannya.
13. Membacanya sebagai ibadah dan berpahala, baik yang
mahir maupun belum.
14. Sebagai mu’jizat Nabi dan Rasul yang terbesar.
15. Sebagai obat dan rahmat bagi yang beriman.
sebagai dasar dalam memahami kandungannya.
10. Memandang hakekat manusia adalah sama.
11. Memadukan antara ilmu, iman dan keyakinan.
12. Menjanjikan kebahagian dunia akhirat bagi yang
mengamalkannya.
13. Membacanya sebagai ibadah dan berpahala, baik yang
mahir maupun belum.
14. Sebagai mu’jizat Nabi dan Rasul yang terbesar.
15. Sebagai obat dan rahmat bagi yang beriman.
Al-Qur’an
Sebagai Sumber Hukum Dan Pedoman Dalam Kehidupan Sehari-Hari
Isi dan Fungsi (Peranan) Al-Qur’an Menurut Muhammad Abduh Al-Qur’an
berisi tentang:
a. Masalah ketauhidan.
b. Masalah janji dan ancaman.
c. Masalah Jalan menuju kebahagiaan.
d. Masalah peribadatan.
e. Masalah kisah sejarah.
Oleh karena itu Al-Qur’an berfungsi sebagai:
a. Mu’jizat bagi Nabi Muhammad SAW.
b. Pedoman hidup bagi setiap muslim.
c. Nasikh (pengganti), Muhaimin (korektor) dan
Mushoddiq (pembenaran) terhadap kitab suci
sebelumnya.
a. Mu’jizat bagi Nabi Muhammad SAW.
b. Pedoman hidup bagi setiap muslim.
c. Nasikh (pengganti), Muhaimin (korektor) dan
Mushoddiq (pembenaran) terhadap kitab suci
sebelumnya.
Cara
beriman kepada Al-Qur’an
a. Meyakini bahwa
Al-Qur’an itu benar-benar wahyu
Allah SWT, bukan karangan Nabi Muhammad SAW
belaka.
b . Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci samawi
terakhir sebagai petunjuk seluruh umat manusia.
c . Meyakini bahwa isi Al-Qur’an itu benar dan tidak ragu
sedikitpun.
d . Mempelajari, mamahami dan menghayati isi Al-Qur’an.
Allah SWT, bukan karangan Nabi Muhammad SAW
belaka.
b . Meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci samawi
terakhir sebagai petunjuk seluruh umat manusia.
c . Meyakini bahwa isi Al-Qur’an itu benar dan tidak ragu
sedikitpun.
d . Mempelajari, mamahami dan menghayati isi Al-Qur’an.
e. Mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-
hari, baik pribadi, keluarga, bermasyarakat, bernegara
maupun internasional, baik aspek sosial, ekonomi, politik,
budaya dan lain-lain.
f . Mengajarkan, menyampaikan dan mendakwahkan Al-
Qur’an.
g . Mempelajari beberapa ilmu alat yang diperlukan untuk
memahami isi Al-Qur’an, misalnya bahasa Arab (nahwu,
sharaf, uslub, balaghah, dll.), tajwid, asbabun-nuzul,dsb.
hari, baik pribadi, keluarga, bermasyarakat, bernegara
maupun internasional, baik aspek sosial, ekonomi, politik,
budaya dan lain-lain.
f . Mengajarkan, menyampaikan dan mendakwahkan Al-
Qur’an.
g . Mempelajari beberapa ilmu alat yang diperlukan untuk
memahami isi Al-Qur’an, misalnya bahasa Arab (nahwu,
sharaf, uslub, balaghah, dll.), tajwid, asbabun-nuzul,dsb.
Fadhilah (Keutamaan) Al-Qur’an
Menurut Imam As-Suyuthi
a. Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafa’at bai yang
membacanya.
b . Surat-surat yang dibaca dan diamalkan akan menjadi
pembela di hari qiyamat.
c . Menjadikan orang yang mempelajari dan mengajarkan
sebagai manusia yang paling baik.
d . Orang mukmin yang suka membaca Al-Qur’an bagaikan
buah utrujah yang harum dan manis.
e . Allah SWT. akan mengangkat martabat manusia karena Al-
Qur’an.
f . Hanya boleh iri kepada orang yang faham dan mengamalkan
Al-Qur’an.
g . Setiap huruf akan mendapat 1 kebaikan yang dilipat
gandakan 10 kali.
a. Al-Qur’an akan datang sebagai pemberi syafa’at bai yang
membacanya.
b . Surat-surat yang dibaca dan diamalkan akan menjadi
pembela di hari qiyamat.
c . Menjadikan orang yang mempelajari dan mengajarkan
sebagai manusia yang paling baik.
d . Orang mukmin yang suka membaca Al-Qur’an bagaikan
buah utrujah yang harum dan manis.
e . Allah SWT. akan mengangkat martabat manusia karena Al-
Qur’an.
f . Hanya boleh iri kepada orang yang faham dan mengamalkan
Al-Qur’an.
g . Setiap huruf akan mendapat 1 kebaikan yang dilipat
gandakan 10 kali.
Leave a Reply