Makalah Agama
KENAPA SAYA MASUK ISLAM?
BAB I
PENDAHLUAN
A. Latar
belakang
Pada
jalan pertama, biasanya dilakukan oleh para pencari murni, mereka belum
memiliki panduan tentang Tuhan dengan jelas. Dia hanya berfikir dari yang
sangat sederhana yaitu ketika ia melihat sebuah alam tergelar, muncul pemikiran
pasti ada yang membuatnya atau ada yang berkuasa dibalik alam ini, mustahil
alam ini ada begitu saja, dan alam merupakan jejak – jejak penciptanya. Dengan falsafah inilah orang
akhirnya menemukan kesimpulan bahawa Tuhan itu ada.
Man
`arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya.
Barang siapa mengenal dirinya maka pasti dia akan kenal Tuhannya.
Man
`arafa rabbahu faqad `arafa nafsahu
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.
Barang siapa yang kenal Tuhannya pasti dia akan kenal dirinya.
B. Tujuan
Beberapa tujuan pembuatan makalah ini
sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui
perkembangan agama dari perilaku masyarakat tentang ilmu agama.
2. Meningkatkan
ilmu pengetahuan dalam bidang agama khususnya agama islam.
3. Memajukan
daya pikir manusia agar menciptakan pola pikir inovatif dan kreatif.
4. Agar manusia
mampu untuk melaksanakan kewajiban sebagai pemegang khusus agama Islam.
5. Dengan mengetahui
ilmu tentang agama, maka masyarakat Indonesia telah mampu untuk berkompetitif sesuai
ajaran agama Islam untuk menjadi manusia yang bertakwa.
6. Untuk
mengetahui tentang agama Islam atau yang dahulunya tidak diketahui dan dengan
adanya ilmu agama maka hal – hal tersebut dapat diketahui.
BAB II
PEMBAHASAN
Sebagian
meditator atau ahli sufi menggunakan pendekatan falsafah dalam mencari Tuhan,
yaitu tahap mengenal diri dari segi wilayah – wilayah alam pada dirinya, misalnya mengenali hatinya
dan suasananya, fikiran, perasaannya, dan lain-lain sehingga dia bisa
membedakan dari mana ilham itu muncul, apakah dari fikirannya, dari
perasaannya, atau dari luar dirinya.
Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, kerana pada tahap – tahap wilayah ini manusia sering terjebak pada 'keghaiban' yang dia lihat dalam perjalanannya, yang kadang – kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, kerana kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya kerana disana dia boleh melihat fenomena / keajaiban alam – alam dan mampu melihat dengan kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini, akhirnya mudah muncul 'keakuannya' bahwa dirinyalah yang paling hebat, akan tetapi jika dia hanya bertujuan kepada Tuhan, pastilah dia selamat sampai tujuannya.
Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, kerana dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda – tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya. Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, kerana terlalu lama di dalam mengideantifikasi alam – alam yang akan di laluinya.
Melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya yaitu Yang Maha Dekat, langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding yang pertama. Kerana yang pertama banyak dipengaruhi oleh para filosofi pada zaman pertengahan dalam hal ini falsafah Yunani. Teologi Kristian dan Hindu telah banyak mempengaruhi falsafah ini. sehingga Al Ghazali pantas mengkritik kaum filosofi dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan idea falsafah masa itu yaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan falsafah.
Al Ghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir terbalik, beliau mengajukan gagasan bahwa umat Islam harus memulai pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan yaitu Tuhan, bukan dimulai dari luar yang tidak boleh dipertanggung jawabkan kebenarannya, artinya sangat berbahaya kerana di dalam falsafah mulai berfikirnya dari tahap yang benar menuju zat dibalik semuanya berasal. Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur'an agar umat manusia tidak tersesat oleh rekaan – rekan pikiran yang belum tentu kebenarannya.
Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur'an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah tidak menunjukkan alam – alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung , kerana alam – alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita.
Tuhan menunjukkan para hamba – Nya yang mencari Tuhannya .
"Dan apabila hamba – hamba – Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada – Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta – Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada – Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah: 186)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (QS. Al Qaaf: 16)
Ayat – ayat diatas, mengungkapkan keadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara sempurna. Alqur'an mengungkapkan jawaban secara dimensi dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia sesempurnanya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab : Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .Atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah - Ku dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu .
Di dalam Islam memuliakannya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu yaitu dengan zikrullah (mengingat Allah), kemudian kita di perintah langsung mendekati – Nya, kerana Allah sudah sangat dekat tidak perlu anda mencari jauh – jauh melalui alam – alam yang amat luas dan membingungkan. Alam itu sangat banyak dan bertingkat – tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah kerana orang yang telah berjumpa alam – alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, kerana alam disana tidak ada bedanya dengan alam di dunia ini kerana semua adalah ciptaan – Nya.
Akan tetapi jika anda memulakan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara automatik anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta – Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam – alam dibawahnya, kerana semua berada dalam genggaman – Nya kerana Dia meliputi segala sesuatu kerana Dia ada dimana saja kita ada, dan Dia sangat dekat.
Betapa rumitnya perjalanan yang dilalui oleh pencari, seperti apa yang yang saya tulis pada bab Membuka hijab dan bagi yang tidak kenal Alqur'an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu kerana ilham itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam – alam tersebut (tolong anda baca tahap spiritual yang di tulis pada bab Membuka hijab, kerana akan membantu penjelasan saya ini )
Islam mengajarkan didalam mencari Tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahawa Allah itu sangat dekat, atau dengan dalil barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami. (QS: Al ankabut: 69 )
"Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda)." (QS : Al Anfaal: 29)
Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan – jalan yang di temukan oleh kaum falsafah atau ahli spiritual di luar Islam, kerana mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahap-tahap alam – alam, Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam – alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah, laa syai'un illallah, laa haula wala quwwata illa billah. tidak ada Tuhan kecuali Allah, tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita.
Akan tetapi penggunaan jalur seperti ini sering kali membuat orang mudah tersesat, kerana pada tahap – tahap wilayah ini manusia sering terjebak pada 'keghaiban' yang dia lihat dalam perjalanannya, yang kadang – kadang membuat hatinya tertarik dan berhenti sampai disini, kerana kalau tidak mempunyai tujuan yang kuat kepada Allah pastilah orang itu menghentikan perjalanannya kerana disana dia boleh melihat fenomena / keajaiban alam – alam dan mampu melihat dengan kasyaf apa yang tersembunyi pada alam ini, akhirnya mudah muncul 'keakuannya' bahwa dirinyalah yang paling hebat, akan tetapi jika dia hanya bertujuan kepada Tuhan, pastilah dia selamat sampai tujuannya.
Teori yang dilakukan tersebut adalah jalan terbalik, kerana dalam pencariannya ia telusuri jejak atau tanda – tanda yang ditinggalkannya (melalui ciptaan / alam), ibarat seseorang mencari kuda yang hilang, yang pertama di telusuri adalah jejak tanda kaki kuda, kemudian memperhatikan suara ringkik kuda dan akhirnya di temukan kandang kuda dan yang terakhir dia menemukan wujud kuda yang sebenarnya. Hal ini sebenarnya sangat menyulitkan para pelaku pencari Tuhan, kerana terlalu lama di dalam mengideantifikasi alam – alam yang akan di laluinya.
Melangkah kepada yang paling dekat dari dirinya yaitu Yang Maha Dekat, langkah ini yang paling cepat di tempuh dibanding yang pertama. Kerana yang pertama banyak dipengaruhi oleh para filosofi pada zaman pertengahan dalam hal ini falsafah Yunani. Teologi Kristian dan Hindu telah banyak mempengaruhi falsafah ini. sehingga Al Ghazali pantas mengkritik kaum filosofi dengan menulis kitab tentang tidak setujunya dengan idea falsafah masa itu yaitu Tahafut Al Falasifah / kerancuan falsafah.
Al Ghazali membantah pemikiran yang dimulai dengan rangkaian berfikir terbalik, beliau mengajukan gagasan bahwa umat Islam harus memulai pemikirannya dari sumber pangkal ilmu pengetahuan yaitu Tuhan, bukan dimulai dari luar yang tidak boleh dipertanggung jawabkan kebenarannya, artinya sangat berbahaya kerana di dalam falsafah mulai berfikirnya dari tahap yang benar menuju zat dibalik semuanya berasal. Sedangkan di dalam Islam menunjukkan keadaan Tuhan serta jalan yang akan di tempuh sudah di tulis dalam Alqur'an agar umat manusia tidak tersesat oleh rekaan – rekan pikiran yang belum tentu kebenarannya.
Pencarian kita telah di tulis dalam Alqur'an dan Allah menunjukkan jalannya dengan sangat sederhana dan mudah tidak menunjukkan alam – alam yang mengakibatkan menjadi rancu dan bingung , kerana alam – alam itu sangat banyak dan kemungkinan menyesatkan kita.
Tuhan menunjukkan para hamba – Nya yang mencari Tuhannya .
"Dan apabila hamba – hamba – Ku bertanya kepadamu tentang Aku maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila berdoa kepada – Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perinta – Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada – Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah: 186)
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan menusia dan mengetahui apa yang di bisikkan oleh hatinya dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya." (QS. Al Qaaf: 16)
Ayat – ayat diatas, mengungkapkan keadaan Allah sebagai wujud yang sangat dekat, dan kita diajak untuk memahami pernyataan tersebut secara sempurna. Alqur'an mengungkapkan jawaban secara dimensi dan dilihat dari perspektif seluruh sisi pandangan manusia sesempurnanya. Saat pertanyaan itu terlontar, dimanakah Allah ? Maka Allah menjawab : Aku ini dekat, kemudian jawaban meningkat sampai kepada, Aku lebih dekat dari urat leher kalian .Atau dimana saja kalian menghadap di situ wujud wajah - Ku dan Aku ini maha meliputi segala sesuatu .
Di dalam Islam memuliakannya dengan pengenalan kepada Allah terlebih dahulu yaitu dengan zikrullah (mengingat Allah), kemudian kita di perintah langsung mendekati – Nya, kerana Allah sudah sangat dekat tidak perlu anda mencari jauh – jauh melalui alam – alam yang amat luas dan membingungkan. Alam itu sangat banyak dan bertingkat – tingkat. Tidak perlu kita memikirkannya cukupkan jiwa ini mendekat secara langsung kepada Allah kerana orang yang telah berjumpa alam – alam belum tentu ia tunduk kepada Allah, kerana alam disana tidak ada bedanya dengan alam di dunia ini kerana semua adalah ciptaan – Nya.
Akan tetapi jika anda memulakan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, maka secara automatik anda akan diperlihatkan / dipersaksikan kepada kerajaan Tuhan yang amat luas. Barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya. Sebab kalau kita kenal dengan pencipta – Nya, maka kita akan kenal dengan keadaan diri kita dan alam – alam dibawahnya, kerana semua berada dalam genggaman – Nya kerana Dia meliputi segala sesuatu kerana Dia ada dimana saja kita ada, dan Dia sangat dekat.
Betapa rumitnya perjalanan yang dilalui oleh pencari, seperti apa yang yang saya tulis pada bab Membuka hijab dan bagi yang tidak kenal Alqur'an akan mudah sekali berhenti dan tersesat kepada alam-alam itu kerana ilham itu amat banyak yang muncul dari segala suara alam – alam tersebut (tolong anda baca tahap spiritual yang di tulis pada bab Membuka hijab, kerana akan membantu penjelasan saya ini )
Islam mengajarkan didalam mencari Tuhan, telah diberi jalan yang termudah dengan dalil barang siapa kenal Tuhannya maka dia akan kenal dirinya hal ini telah ditunjukkan oleh Allah bahawa Allah itu sangat dekat, atau dengan dalil barang siapa yang sungguh-sungguh datang kepada Kami, pasti kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami. (QS: Al ankabut: 69 )
"Wahai orang-orang yang beriman jika kamu bertakwa kepada Allah niscaya dia akan menjadikan bagimu furqan (pembeda)." (QS : Al Anfaal: 29)
Ayat-ayat ini membuktikan di dalam mendekatkan diri kepada Allah tidak perlu lagi melalui proses pencarian atau menelusuri jalan – jalan yang di temukan oleh kaum falsafah atau ahli spiritual di luar Islam, kerana mereka di dalam perjalanannya harus melalui tahap-tahap alam – alam, Islam di dalam menemuhi Tuhannya harus mampu memfanakan alam – alam selain Allah dengan konsep laa ilaha illallah, laa syai'un illallah, laa haula wala quwwata illa billah. tidak ada Tuhan kecuali Allah, tidak ada sesuatu (termasuk alam-alam) kecuali Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali kekuatan Allah semata maka berjalanlah atau melangkahlah kepada yang paling dekat dari kita terlebih dahulu bukan melangkah dari yang paling jauh dari diri kita.
Devinisi Islam
Berserah diri
kepada Allah dengan tauhid dan tunduk patuh dengan ketaatan dan berlepas diri
dari kesyirikan dan dari orang – orang yang berbuat syirik.
Islam yaitu
berserah diri kepada Allah dengan tauhid sebab agama islam berasaskan tauhid
dan Nabi saw diutus oleh Allah SWT dengan membawa tauhid mengajak manusia ini
untuk beribadah kepada Allah saja dan tidak boleh menyekutukan Allah dengan
apapun.
Allah SWT
berfirman dalam surat Ali – Imran ayat 64 :

“Hai Ahli Kitab,
marilah ( Berpegang ) kepada suatu kalimat ( ketetapan ) yang tidak ada
perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan
tidak kita persekutukan Dia dengan seseuatupun dan tidak ( pula ) sebagian kita
menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling
maka katakanlah kepada mereka :
“Saksikanlah, bahwa kami adalah orang – orang yang berserah diri (
kepada Allah ).”
Dan Allah
meyakinkan firmannya dalam surat Ali – Imran
ayat 83 :

“Maka apakah
mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada – Nya – lah
berserahkan diri segala apa yang dilangit dan dibumi, baik dengan suka maupun
terpaksa dan hanya kepada Allah – lah mereka dikembalikan.”
Dan Nabi
Muhammad SAW bersaba :
“Demi dirimu
ditangan Muhammad tidaklah mendengar dirimu diutus siapa saja apakah dia yahudi
atau nasrani kemudian dia tidak beriman dengan apa yang aku bawa maka dia pasti
akan menjadi penghuni api neraka (HR.
Imam Muslim).”
Keutamaan dan keindahan islam
1.
Bahwa islam akan
menghapus seluruh dosa dan kesalahan dengan keseluruhan bagi orang orang yang
kafir.
Jadi,
apabila ada orang yang kafir masuk islam akan dihapuskan seluruh kesalahan dan
dosa oleh Allah SWT.
Allah
SWT berfirman dalam surat Al – Anfal ayat 38 :

Katakanlah
kepada orang – orang kafir itu : “ Jika mereka berhenti ( dari
kekafirannya ), niscahya Allah akan
mengampuni mereka tentang dosa – dosa mereka sudah lalu ; dan jika mereka
kembali lagi sesungguhnya akan beerlaku ( kepada mereka ) sunnah ( Allah
terhadap ) orang – orang dahulu”.
Nabi
SAW bersabda :
Tidaklah
engkau ketahui ya Amer sesungguhnya Islam menghapuskan dosa – dosa yang
sebelumnya, hijrah menghapuskan dosa – dosa sebelumnya, dan haji menghapuskan
dosa –dosa sebelumnya (HR. Imam Muslim)
Nabi
menyebutkan bahwa apabila orang kafir itu masuk islam maka kebaikan – kebaikan yang
dilakukan oleh dia pada waktu dia kafir itu tidak akan dihapuskan, kebaikanya
akan dilipat gandakan.
Nabi
SAW bersabda :
Jika
seseorang diantara kalian memperbaiki keislamanya, dia baik islamnya maka setiap
kebaikannya akan ditulis sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat
adapun keburukan yang dilakukannya akan ditulis satu kali sampai bertemu dengan
Allah SWT ( HR. Imam Muslim ).
2.
Bahwa Islam tetap menghimpun
amal kebaikan yang pernah dilakukan oleh yang kafir atau sesudah masuk islam
Pernah
ada seorang sahabat bertanya, Ya Rosulullah kabarkan kepada ku tentang
perbuatan perbuatan yang baik yang pernah aku lakukan sewaktu aku jahiliyah
seperti bersedekah, membebaskan budak, silaturahmi apakah perbuatan – perbuatan
itu mendapatkan pahala.
Nabi
SAW bersabda :
“Engkau
masuk islam beserta semua kebaikanmu yang terdahulu. ( HR. Imam Bukhori dan
Muslim ).”
Artinnya
jika orang – orang kafir berbuat kebajikan, kebaikan kemudian dia masuk islam
maka kebaikannya dilipat gandakan tapi jika orang – orang kafir berbuat
kebajikan, kebaikan dan tidak masuk islam maka kebaikannya dibalas didunia tapi
diakhirat dia tidak mendapat apa – apa dan akan dimasukan kedalam neraka.
Allah
SWT berfirman :
“Dan
kami hadapkan seluruh amal mereka kami jadikan amal mereka seperti debu - debu yang berterbangan.”
3.
Islam akan
menghindarkan dengan apa neraka
Nabi
SAW bersabda :
“Segala
puji bagi Allah yang telah menyelamatkan orang yahudi ini dari api neraka. (HR.
Imam Bukhori )
Surga
hanya akan dimasuki oleh orang – orang muslim saja, tidak untuk orang – orang
kafir.
Sabda
Nabi SAW :
“Sesunggunya
tidak akan masuk surga kecuali jiwa yang muslim. (HR. Imam Bukhori)
4.
Bahwa kemenangan,
kesuksesan dan kemuliaan hanya terdapat dalam Islam
Nabi
SAW bersabda :
“Sungguh
telah berbahagia, sungguh telah sukses orang Islam diberikan rizki cukup dan
dia qona’ah merasa puas atas rezki yang diberikan kepadanya. ( HR. Imam Muslim
)”
Sebagaimana
diriwayatkan oleh Imam Hakim “Kami satu kaum yang telah dimuliakan oleh Allah
dengan Islam kalau kami mencari selain Islam maka Allah hinakan kami sehina –
hinanya.”
Allah
SWT berfirman dalam surat Al Maidah ayat 3 :

Diharamkan
bagimu ( memakan ) bangkai, darah, daging babi, ( daging hewan ) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekek, yang dipukul, yang jatuh,
yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu
menyembelihnya, Dan ( diharamkan juga ) mengundi nasib dengan anak panah, (
mengundi nasib dengan anak panah itu ) adalah kefasikan. Pada hari ini orang – orang kafir telah ptus
asa untuk ( mengalahkan ) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka
dan takutlah kepada – Ku. Pada hari ini telah Ku – sempurnakan untuk kamu agamamu,
dan telah Ku – cukupkan kepadamu ni’mat – ku, dan telah Ku – ridhai Islam itu
jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja
berbuat dosa, sesunggunya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Allah
SWT juga berfirman dalam surat Al fath ayat 28 :

Dia
– lah yang mengutus Rosul – Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar
dimenangkan – Nya terhadapap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.
Allah
SWT berfirman surat At – Taubah ayat 33 :

Dia
– lah yang telah mengutus Rosul – Nya ( dengan membawa ) petunjuk ( Al Qur’an )
dan agama yang benar untuk dimenangkan – Nya atas segala agama, walaupun orang
– orang musyrik tidak menyukai.
Dalam
hadist yang lain di yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud Nabi SAW bersabda :
Apabila
kalian berjual belikan dengan riba kalian memegang buntut – buntut sapi kalian
ridho dengan tananam dan kalian meninggalkan jihad maka Allah akan memberikan
hinaan kepada kalian yang hinaan itu tidak akan dicabut oleh Allah sampai
kalian kembali kepada agama kalian yaitu kepada agama Islam yang sumbernya Al –
Qur’an ....( HR. Imam Abu Daud )
5.
Kebaikan keseluruhanya
ada pada Islam
Nabi
SAW bersabda :
“Setiap
penghuni rumah baik dari kalangan Arab atau kalangan azam (non Arab) jika Allah
menghendaki mereka kebaikan maka Allah akan memberikan hidayah kepada mereka untuk
masuk kedalam Islam kemudian akan terjadi fitnah – fitnah seolah – olah seperti
naungan awan (HR. Imam Ahmad dan Hakim ).”
Jadi jika kita adalah
umat Islam kita harus tahu dan sadara apa yang ada pada aturan – aturan dan
hukum islam.
BAB III
Kesimpulan dan Saran
A. Kesimpulan
Kesimpulan yaitu
sebagai berikut :
Agama Islam
yaitu agama yang berasaskan tauhid. Agama Islam adalah agama yang satu –
satunya agama yang hak, agama yang benar, agama yang hanya diterima Allah SWT
selain Islam tidak akan diterima oleh Allah SWT. Agama selain Islam tidak akan
masuk surga artiya mereka pasti masuk neraka sebab setelah diutusnya Nabi
Muhammad SAW mereka wajib masuk agama islam.
Agama yang
sempurna adalah agama Islam, semua aturan dan undang – undang terdapat pada Islam
tentang aqidah, ibadah, akhlak, muamalah, siasah politik tentang jihad dan
tentang apa saja. Semua aturan itu ada pada Islam dan sempurna. Agama Islam
akan dimenangkan dengan agama – agama yang lain jika umat Islam berpegang
agama, mentauhidkan Allah, menuntut ilmu, melakukan amal – amal soleh dengan
berpedoman Nabi Muhammad SAW.
Dengan masuk
kedalam Islam maka dia akan mendapatkan kemuliaan, dengan berpegang teguh
dengan islam maka akan mendapatkan kejayaan.
B. Saran
Banyak
fakta – fakta kehidupan tentang agama Islam dikalangan atau lingkungan nonIslam
sangatlah mereka tidak nyaman padahal Allah SWT berfirman :
أَأَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يَخْسِفَ بِكُمُ
الأَرْضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ. أَمْ أَمِنتُم مَّن فِي السَّمَاء أَن يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ
حَاصِبًا فَسَتَعْلَمُونَ كَيْفَ نَذِيرِ (16-17) سورة الملك.
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (QS. Al-Mulk: 16-17).
“Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?. atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku?” (QS. Al-Mulk: 16-17).
Jika kita mengikuti aturan dan hukum – hukum
Islam maka keamanan, ketenangan kemenangan akan menyelimuti setiap umat Islam
karena semuanya sudah tertulis sebagaimana Al – Qur’an pedoman manusia.
Maaf jika ada kesalahan, karena kesempurnaan hanya milik Alla SWT
Leave a Reply