Drama & Dialog
Sekilasa drama : drama merupakan bentuk karya sastra, biasanya drama selalu terlingkup dengan kehidupan sehari dan tidak jarang pula drama berkaitan dengan fiksi.
drama yaitu seuatu aksi atau perbuatan ( bahasa yunani ). adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor
Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
drama yaitu seuatu aksi atau perbuatan ( bahasa yunani ). adalah satu bentuk karya sastra yang memiliki bagian untuk diperankan oleh aktor
Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
adalah sebuah literatur dan teatrikal yang terdiri dari percakapan secara lisan atau tertulis antara dua orang atau lebih.
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
adalah sebuah literatur dan teatrikal yang terdiri dari percakapan secara lisan atau tertulis antara dua orang atau lebih.
drama selalu berkaitan dengan dialog, salah satu dialog drama yaitu sebagai berikut :
Sekilas tentang anak sekolah.
JEMBATAN
PERSAHABATAN
Pagi itu kelas terasa
sepi karena semua siswa sedang ulangan. Namun Santi dan sinta masih saja sibuk.
Santi :
“Sin susah banget nih soalnya.”
Sinta :
“sama aku ngga belajar lagi.”
Santi :
“Emang kamu aja yang ga belajar.”
Sinta :
“Yah terus gimana dong?”
Santi :
“tenang aja kan ada Cinta.”
Sinta : “Oh iya yaudah kamu lempar
kertas ke dia, suruh kasih tau jawabannya.”
Santi :
“Iya, sabar dong.”
Santi pun melempar
kertas ke Cinta.
Cinta
: “Yah dia lagi, gimana yaa.
Kasih tahu atau tidak yaa? ah kasih tau aja deh dari pada mereka kesal.”
(Cinta melempar kembali
kertasnya tapi dengan jawaban)
Ulangan pun berakhir dan bel istirahat
pun telah berbunyi.
Ibu guru : “Cinta...!”
Cinta :
“iya bu ada apa?”
Ibu guru :
“cinta ini buku catatan Bahasa Inggrisyang harus kamu pelajari, karena kamu akan mengikuti perlombaan yang mewakili
sekolah.”
Cinta : “Iya bu, terima
kasih ya bu.” (Aku harus banyak belajar nih,agar aku dapat menang dan
membanggakan sekolah)
Santi
dan Sinta menyaksikan hal tersebut.
Sinta :
“San lihat tuh si Cinta, lagi-lagi dia yang mengikuti lomba.”
Santi :
“Iya tuh aku juga kesal, sudah gitu yang paling di sayang guru.”
Sinta :
“Bener tuh, gimana kalau kita kerjain aja?”
Santi :
“yasudah, kerjainnya gimana?”
Sinta :
“Kita ambil aja bukunya lalu kita sembunyikan.”
Santi :
“Ayuk, tapi nanti kalau cinta ke kantin.”
Cinta
pun ke kantin lalu Santi dan Sinta mengambil buku Cinta dan menyembunyikannya
diatas lemari kelas. Namun Bayu menyaksikan hal tersebut dari kejauhan.
Bayu :
“(Ih, lagi apa tuh Santi dan Sinta. Kok ngambil bukunya Cinta)”
Pada
saat pelajaran berlangsung kembali Cinta belum mengetahui kalau bukunya
hilang.Namun setelah pulang sekolah dan sampai di rumah Cinta baru mengetahuinya.
Cinta :
“Assalamu’alaikum”(sambil mencium tangan ayah)
Ayah Cinta :
“Wa’alaikumsalam, Cinta udah pulang?”
Cinta :
“udah dong Yah.”
Cinta
masuk dan mengeluarkan bukunya. Barulah Ia mengetahui bahwa bukunya hilang.
Cinta :
“Aduh kemana ya buku catatanku, itu kan untuk lomba, aduh gimana ya?”
Pada saat Cinta sedang
cemasnya Bayu datang.
Bayu :
“Assalamu’alaikum Cinta.”
Cinta :
“wa’alaikumsalam.”
Bayu :
“Cin kamu kenapa kok cemas banget?”
Cinta :
“Iya buku catatanku hilang, padahal itu untuk perlombaan.”
Bayu :
“Buku catatan Bahasa Inggris bukan?”
Cinta :
“Iya kok kamu tau?”
Bayu :
“Tadi aku melihat Santi dan Sinta mengambil buku kamu.”
Cinta :
“Oh, memang jahil sekali mereka, lalu sekarang bukuku mana?”
Bayu :
“Nih mau aku kembalikan.”
Cinta :
“Terima kasih ya Bayu.”
Bayu :
“Iya sama-sama.”
Hari
perlombaan pun dimulai dan pada perlombaan tersebut Cinta menjadi juara
pertama. Kemudian keesokan harinya di Sekolah.
Bayu :
“Halo Cinta, gimana perlombaannya?”
Cinta :
“Alhamdulillah Bay aku menang dan menjadi juara pertama.”
Bayu :
“Aduh alhamdulillah ya?’
Cinta :
“Iya, yasudah ayuk kita kekelas?”
Bayu :
“Ayuk.”
Santi
dan Sinta mendengar percakapan Bayu dan Cinta.
Santi :
“Sin, sin Cinta kok bisa menang sih?”
Sinta :
“Aku juga ga tau nih, padahal kan bukunya sudah kita ambil.”
Santi :
“Iya kok bisa sih?”
Sinta : “Oh coba kita lihat bukunya
jangan-jangan ada yang mengambilnya dan memberikan ke Cinta.”
Santi :
“Oh iya bener juga, ayuk kita ke kelas!”
Sinta :
“Ayuk.”
Santi
dan Sinta berlari menuju kelas dan memeriksa buku yang disimpan diatas lemari.
Santi :
“Sin, sin tolong ambil bangku,cepetan!”
Sinta :
“Iya-iya sabar.”
Santi :
“Cepetan! nanti guru masuk.”
Sinta :
“Nih bangkunya.”
Santi :
“Mana ya bukunya?” (Sambil meraba atas lemari)
Sinta :
“San sudah belum, nanti guru masuk.”
Santi :
“Belum.”
Bel
berbunyi dan guru pelajaran pertama masuk kelas, guru pelajaran pertama adalah
guru BK yang sekaligus wali kelas.
Sinta :
“Tuh kan udah bel, cepetan turun.”
Santi :
“Iya nih aku mau turun. Aduh...!!!”
Karena
tergesa-gesa Santi jatuh dari bangku dan kakinya terkilir,lalu wali kelas
melihat mereka.
Guru :
“Selamat pagi anak-anak,lho kok kamu jatuh?”
Sinta :
“Iya Bu tadi Santi jatuh dari bangku.”
Guru :
“Kok bisa sih?”
Sinta :
“Tadi Santi ingin melihat bukunya Cinta yang kami sembunyikan.”
Guru :
“Oh begitu.”
Santi :
“Aduh-aduh....!!”(Sambil menahan rasa sakit)
Guru :
“Kaki kamu kenapa nak?”
Santi :
“Sepertinya kaki saya terkilir Bu.”
Lalu
guru mempertemukan Santi, Sinta dan Cinta untuk menyelesaikan masalah mereka.
Guru :
“Cinta sebenarnya apa yang terjadi?”
Cinta : “Jadi begini Bu, buku aku kan
hilang,buku catatan Bahasa Inggris untuk lomba. Saya kira buku itu jatuh atau
kemana ternyata Santi dan Sinta yang menyembunyikannya.”
Guru :
“Lalu buku kamu mana?”
Cinta :
“Untung ada Bayu yang mengembalikannya.”
Santi :
“Oh ternyata Bayu yang mengembalikannya.”
Cinta :
“Iya, memang kamu yang jahil kepadaku.”
Guru :
“Sudah jangan bertengkar, lebih baik kalian bermaafan.”
Santi : “Iya maaf ya Cinta, aku selalu
jahil kepada mu.”
Sinta :
“Iya aku juga.”
Akhirnya
mereka saling intropeksi diri, saling menyadari kesalahan mereka
masing-masing,. Mulai saat itu mereka bersahabat kembali.
Leave a Reply