Daftar Pustaka (Bibliografi)
Setelah bagian penutup, karya tulis diakhiri dengan
Daftar Pustaka atau Bibliografi. Bagian ini termasuk bagian yang penting karena
sebuah karya ilmiah biasanya menggunakan referensi-referensi
pendukung. Tidak ada batasan minimal maupun maksimal dalam penggunaan
referensi. Namun, ini bukan berarti bahwa peneliti bisa seenaknya mencantumkan
referensi. Referensi yang terlalu sedikit bisa menandakan peneliti tidak banyak
membaca literatur pendukung atau hasil penelitian terkait. Sementara bila
terlalu banyak, bisa-bisa dicurigai hasil tulisannya didominasi oleh pendapat
ahli daripada pendapat peneliti itu sendiri. Oleh karena itu, pemanfaatan
referensi harus dilakukan dengan wajar dan seperlunya saja.
Tata cara penulisan bibliografi pun harus
diperhatikan. Secara umum, sumber referensi yang berasal dari buku dituliskan
dengan majalah dan surat
kabar. Khusus untuk sumber referensi dari internet, tata cara penulisannya
sebagai bibliografi diperlakukan seperti layaknya sebuah artikel. Mengingat
bahwa tata cara penulisan bibliografi yang berlaku cukup beragam, penulis
sebaiknya mencermati sistem apa yang digunakan lembaga atau jurnal atau media
yang akan menerbitkan tulisan tersebut.
Leave a Reply